Kepemimpinan Diri Untuk Membangun Kemandirian dan Kewirausahaan


Banyumas, 25 Mei 2026
Perhimpunan Jiwa Sehat Jawa Tengah dengan dukungan dari Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial melalui program Dayakita, telah melaksanakan kegiatan pelatihan kepemimpinan diri untuk membangun kemandirian dan kewirausahaan. Pelatihan ini bertujuan untuk melatih rekan-rekan Penyandang Disabilitas Psikososial (PDP) mengidentifikasi kekuatan, pemicu tekanan dan cara keluar dari situasi krisis yang dirasakan ketika melakukan aktivitas produktif. Rekan-rekan PDP yang tergabung di dalam kelompok dukungan sebaya ini memiliki pengalaman yang serupa. Mereka pernah merasakan kesulitan keluar dari situasi krisis yang kemudian berdampak pada produktivitasnya. Faktor penyebab kondisi tersebut adalah minimnya kemampuan memimpin diri sendiri. Kepemimpinan bagi PDP adalah sesuatu yang berbeda dari memimpin sebuah organisasi. Pertama-tema PDP harus berhadapan terlebih dulu dengan fluktuasi emosi dan hambatan sistemik seperti stigma, labelling, dan diskriminasi. Sehingga kepemimpinan bagi penyandang disabilitas psikososial sering dianggap tabu, bukan suatu kebutuhan. Padahal, self-leadership bagi PDP adalah tentang self-awareness untuk mengenali kekuatan, potensi, ancaman, mengetahui batasan energi dan kapan harus bekerja sama membagi tugas dengan keluarga, komunitas dan masyarakat sekitarnya. Kemampuan ini sangat diperlukan agar seorang PDP tidak mengalami beban berlebihan ketika menjalani rutinitas produktif. Seringkali ketika tidak memiliki crisis plan, tekanan lebih mudah memicu terjadinya kambuhan yang berakibat pada penurunan produktivitas bahkan menghentikan segala aktivitasnya. Oleh sebab itu, keterampilan dalam memimpin diri sendiri untuk menyiapkan jalan keluar dari situasi krisis sangat diperlukan. Melalui kegiatan pelatihan kepemimpinan diri ini, diharapkan rekan-rekan PDP mulai mengenali kekuatan, pemicu tekanan dan solusi ketika terjadi krisis terhadap kondisi mentalnya. Rekan-rekan PDP juga mulai berani bersuara membagi peran atau tugas kepada keluarga, rekan kerja, saat mengetahui energinya sudah mencapai batas. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Selanegara Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas, yang sudah sejak tahun 2024 menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Jiwa Sehat dalam pendampingan hidup mandiri dan inklusif bagi penyandang disabilitas psikososial. Hadir mengikuti kegiatan Kepala Puskesmas Sumpiuh 2 dan Kepala Desa Selanegara yang juga memiliki komitmen mendukung siklus pemulihan serta reintegrasi sosial rekan-rekan PDP. Kedua stakeholders dengan sumber daya yang tersedia akan memberikan fasilitasi sesuai bidang masing-masing sebagai bentuk komitmen dan kerjasama.
Melatih Kerja Kolektif Melalui Aktivitas Pertanian Pekarangan


Rabu, 20 Mei 2026.
Perhimpunan Jiwa Sehat Jawa Tengah telah menginisiasi terbentuknya Peer Support Group (PSG) bagi Penyandang Disabilitas Psikososial di Desa Girigondo, Pituruh, Purworejo. PSG tersebut menjangkau kawan-kawan disabilitas psikososial yang berada di sekitar desa yang menjadi lokasi program. Beberapa pertemuan telah dilaksanakan untuk saling mengenal satu sama lain dan mengidentifikasi pengalaman serta tantangan selama menjalani proses pemulihan. PSG adalah ruang aman di mana individu dengan disabilitas psikososial dapat saling berbagi pengalaman tanpa takut dihakimi. PSG berlandaskan pada asas kesetaraan. Hubungan yang dibangun adalah hubungan antar-teman yang saling memberdayakan. Setiap anggota bertindak sebagai pemberi sekaligus penerima dukungan. Inti dari PSG adalah relasi emosional yang dibangun dengan empati.
Pada bulan Mei 2026, dengan dukungan Humanis Foundation melalui program Dayakita, serta kolaborasi dengan Pemerintah Desa Girigondo, telah diselenggarakan kegiatan bertema Social Livelihood yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya masyarakat sekitar. Kegiatan ini bertujuan melatih kerja-kerja di dalam perawatan kolektif anggota agar terbiasa dengan pembagian tugas dan mengubah paradigma "tanggungjawab pribadi" menjadi "tanggungjawab bersama". Perawatan kolektif adalah kerja yang selama ini sudah familiar bagi rekan-rekan disabilitas psikososial (PDP), terutama di lingkup keluarga dan komunitas. Proses pemulihan dan reintegrasi sosial yang dijalani oleh mereka tidak bisa lepas dari kerja perawatan kolektif. Pemulihan dan reintegrasi sosial merupakan proses berkesinambungan yang di dalamnya harus memberi keleluasaan dan mengurangi beban berlebihan yang dirasakan oleh seseorang. Sehingga ada peran yang dijalankan secara bergantian oleh keluarga, komunitas dan masyarakat. Melalui cara ini rekan-rekan PDP tidak mudah mengalami burn out karena menyadari batasan energi yang dimiliki. Sebab di dalam kelompok dukungan, peran bisa saling digantikan untuk memberi kesempatan dan membagi beban kerja secara merata.
Kegiatan pertanian pekarangan ini bertempat di lahan milik salah satu anggota kelompok yang letaknya berada di samping sekretariat. Turut hadir mendampingi perwakilan pemerintah desa, pengelola program jiwa Puskesmas Pituruh, dan bidan desa. "Kami berkomitmen menjalankan sinergi dalam mendukung kemandirian dan keberdayaan rekan-rekan penyandang disabilitas psikososial melalui Peer Support Group". Bagi PJS Jawa Tengah keberadaan PSG adalah salah satu bentuk akomodasi terhadap hak bersosialisasi, menjalin pertemanan tanpa khawatir adanya stigma, pelabelan dan diskriminasi. Keterlibatan stakeholders adalah sumber dukungan yang akan bermanfaat bagi kelompok. Kegiatan ini selain sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kerjasama juga sebagai media terapeutik penguatan emosi positif, mengurangi kecemasan, serta menguatkan kepercayaan antar anggota kelompok. Meskipun terdapat tantangan episode kambuhan yang terjadi pada anggota lain, akan tetapi rekan-rekan saling bergantian menjaga agar pekerjaan tetap bisa diselesaikan bersama.